
Setelah Kabupaten Toba Samosir (Tobasa) dimekarkan pada tahun 1998, lima tahun kemudian “jatah” otonomi pun singgah di wilayah kawasan Rura Silindung yang dulunya merupakan kesatuan dari Kabupaten Taput ini: Humbang Hasundutan (Humbahas).
Secara yuridis, Humbahas terbentuk berdasarkan No 9 Tahun 2003 tentang pembentukan Kabupaten Nias Selatan Pakpak Barat di kabu- paten Humbahas pada 28 Juli 2003.
Sejarah mencatat, wilayah Humbang, pada zaman penjajahan Belanda sudah menjadi daerah administrasi dengan nama Onderafdeling Hoofdvlakte van Toba dengan ibu kota Siborong-borong. Setelah kemerdekaan tahun 1947 Humbang menjadi kabupaten yang beribu kota di Dolok Sanggul bersama kabupaten Silindung, Toba Samosir, dan Dairi. Baru pada tahun 1950, keempat kabupaten dilebur menjadi Kabupaten Tapanuli Utara. Sejak saat itu wilayah Humbang berada di bawah naungan Taput.
Kabupaten ini merupakan pemekaran dari Kabupaten Tapanuli Utara yang terletak kurang lebih 284 kilometer dari Medan ibukota Propinsi Sumatra Utara menuju Tarutung. Kabupaten yang masih berusia 3 tahun ini, telah dipimpin 4 kepala daerah dan satu wakil PLT Bupati I adalah Alm. Manatap Simanungkalit. Ia sebagai Bupati yang langsung dilantik menurut Surat Keputusan Kabupaten Humbang Hasundutan.
Luasnya sekitar 2.335,33 km2, memiliki 10 kecamatan, 117 Desa dan 1 Kelurahan dengan jumlah penduduk sekitar 160.000 jiwa.
Kabupaten Humbang Hasundutan memiliki kabupaten yang kaya raya seperti Kutai Kartanegara. Kabupaten Humbahas sendiri merupakan APBD yang sangat terbatas. Namun kabupa ten ini tidak bisa disebut miskin, sebab memiliki potensi alam yang kaya yang dapat dikelola untuk mendongkrak ketertinggalan dibandingkan dengan kabupaten-kabupaten lain yang telah mapan.
Karena kondisi inilah Drs Maddin Sihombing MSI dan Drs Marganti Manullang menetapkan visi 5 tahun ke depan yaitu “Menciptakan Kabupaten Humbang Hasundutan menjadi daerah yang mandiri dan sejahtera".
Visi tersebut akan terwujud melalui misi, yaitu meningkatkan profesionalisme dan produktivitas kerja sumber daya manusia. Menyelenggarakan pemerintahan yang baik (good governance), meningkatkan perekonomian kerakyatan berbasis pertanian. Meningkatkan pemberdayaan masyarakat dalam pembangunan. Meningkatkan stabilitas politik dan keamanan serta meningkatkan iman dan taqwa.
(Osborn Siahaan adalah Kepala Bagian Informasi dan Komunikasi (Kabag Infokom) Kabupaten Humbahas.)
Comments :
0 komentar to “Kisah Humbahas Sebelum Kabupaten”
Posting Komentar